Minggu, 30 Desember 2012

Karakteristik Pemimpin Organisasi Bisnis

KARAKTERISTIK PEMIMPIN ORGANISASI BISNIS ‘masa kini’.

Artikel ini berisi tentang:
Menjelaskan bahwa kemajuan perusahaan berawal dari pemimpin puncaknya. Hal yang harus di lakukan pemimpin untuk membawa bisnisnya kepada kesuksesan. Karakter yang harus di miliki pemimpin untuk bisa melakukan hal diatas. Pemimpin visioner. Diskripsi penjelasan mengenai karakter pemimpin bisnis masa kini.

KARAKTERISTIK PEMIMPIN ORGANISASI BISNIS ‘masa kini’.
Kemajuan sebuah perusahaan, berawal dari pemimpinnya. Pemimpin puncaklah yang menentukan kemana arah perusahaan harus bergerak. Mengambil tindakan yang dirasa perlu
untuk kemajuan perusahaan dan menjaga agar perusahaan tetap eksis di posisi depan. Memang, hal ini tidak semudah yang di ucapkan. Betapa banyak orang yang dengan keyakinan yang besar dan perjuangan kerja keras tiada henti, malah ternyata gagal dalam mewujudkan misi sebuah perusahaan.

Saya meyakini, untuk bisa meraih kesuksesan, memang kita tidak luput dari sebuah keberuntungan. Namun, ada sebuah filosofi yang juga saya yakini bisa memperbesar peluang dan memperkecil resiko kegagalan. “Siapa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dia akan bisa menguasai dunia”. Yeah !, itu adalah filosofi umum yang sering kita dengar, namun hanya sedikit yang mengerti –juga menyadari- dan lebih sedikit lagi yang melakukannya. Kita tahu, Amerika memenangkan perang dunia kedua karena negara tersebut memiliki Bom Atom. Itu adalah bentuk teknologi yang sangat tinggi. Kubilai Khan (Kaisar Mongolia) mampu menaklukan banyak wilayah di Asia karena sebelumnya dia menyelidiki dahulu wilayah yang ingin di serangnya tersebut untuk mengetahui kelemahan nya. Taktik raja Khubilai Khan tersebut adalah sebuah Ilmu pengetahuan yang tinggi di masa itu. mungkin, bagi raja- raja di masa lampau, menyelidiki terlebih dahulu wilayah yang ingin di serang adalah sesuatu yang tidak bermanfaat dan membuang biaya. Namun, begitulah ciri Ilmu Pengetahuan dan teknologi yang baru. Manusia tidak akan menerimanya bila belum ada bukti keberhasilan nya. yang saya paparkan di atas adalah sebuah bukti historis (sejarah), bahwa sebuah ilmu pengetahuan dan teknologi adalah jalan untuk menguasai dunia (memenangkan pertarungan).

Sekarang, kita memasuki abad ke 21. Sebuah masa yang jauh dari Perang Dunia kedua dan perebutan kekuasaan raja- raja kuno. Namun, perumusan masalah kehidupan untuk menjadi pemenang tetaplah sama. Yaitu “untuk bisa menang, kita harus memiliki ILMU PENGETAHUAN dan TEKNOLOGI yang lebih tinggi dari rival kita”. tapi, apakah kita sanggup membayangkan dan mewujudkan iptek yang baru tersbut ?. melakukannya sama juga melakukan sesuatu hal yang –terlihat- mustahil dilakukan. saya pun pernah mendengar slogan dari negri tirai bambu “bekerja dengan keras setiap waktu, dan menabung, agar bisa kaya”. Banyak orang Tionghoa melakukan nya. dan terbukti memang benar, sebagai pedagang, kebanyakan dari mereka lebih sukses daripada orang pribumi. Tapi, kemudian saya juga mendengar bahwa “semakin banyak kamu bekerja, semakin sedikit uang yang kamu dapatkan”. Kalimat itu saya dapatkan dari sebuah buku Best Seller tahun 2007 (Rich Dad Poor Dad, Hal 78). WOW.. !, dua kalimat yang berbeda, tapi memiliki sebuah tujuan yang sama. Sebagai orang yang belum mengetahui bisnis modern saat itu, saya pun menjadi pusing dibuatnya. Lantas, apa yang salah dari dua kalimat tersebut !?. mari kita teliti...

Kepastian dari sebuah ilmu pengetahuan di dapatkan dari keterbatasannya!. Apabila ada sebuah hal yang terbukti benar, dan belum ada hal lain –yang berbeda- yang mampu mewujudkan hasilnya dengan lebih baik dari yang sudah ada, maka hal yang dianggap BENAR dan PASTI adalah hal sebelumnya. Tahun 1900-an, orang- orang bekerja keras dan menabung untuk menjadi kaya dan sukses. Warga Tionghoa banyak yang melakukannya. Dan terbukti, mereka benar dalam filosofi hal itu. lebih banyak warga Tionghoa yang jauh lebih sukses daripada orang pribumi Indonesia. Tapi, setelah internet datang, orang- orang Indonesia banyak yang mengetahui, bahwa di negara Amerika, orang- orang menjadi kaya karena membangun sistem dan jaringan bisnis. Para pengusaha Amerika tentu jauh memiliki kekayaan yang lebih banyak daripada para pedagang Tionghoa di Indonesia. Perbedaan besarnya adalah sebagai berikut; warga Tionghoa yang bekerja keras dan menabung memang benar bisa lebih sukses –dan lebih kaya, bila di bandingkan dengan orang pribumi Indonesia. Dan terbukti, filosofi mereka benar. Tapi, apabila mereka di bandingkan dengan para pengusaha Amerika, filosofi mereka akan terbukti salah. Karena, walaupun dengan bekerja keras dan menabung seumur hidup, warga Tionghoa tidak akan mampu mencapai kekayaan seperti para pengusaha Amerika. Banyak hal yang apabila di bandingkan dengan yang lain, akan berarti ‘SALAH’. Banyak hal yang TERBUKTI BENAR dari masa lalu, tidak bisa di terapkan di masa sekarang –dan artinya, terbukti SALAH. waktu bisa mengubah sebuah logika mengenai filosofi.

Kita kembali ke KARAKTERISTIK PEMIMPIN ORGANISASI BISNIS ‘di masa sekarang’. Kita sekarang tidak berpacu dengan kerja keras. Kerja keras adalah metode lama yang diterapkan oleh orang dari masa manusia gua. Yang diperlukan saat ini adalah IPTEK. Bukan kerja keras. Apabila anda ingin pergi ke bulan, apakah anda bisa menabung dari gaji pekerjaan anda tiap bulannya untuk membeli Roket NASA?. Berikut ini beberapa karakter dan Kemampuan yang harus dimiliki oleh pemimpin bisnis untuk sukses di masa sekarang.

Membangun Sumber Daya untuk memperluas jaringan.
Pembangunan organisasi untuk membangun jaringan yang baru. khususnya adalah jaringan pemasaran. Bukan hal yang mudah untuk membangun jaringan dan mengendalikannya dari kejauhan. Apabila kita ingin memperluas pemasaran kita ke pulau Kalimantan, kita tentu harus memiliki jaringan disana. Tidak hanya membuat jaringan saja, kita juga harus bisa mengawasi, mengendalikan dan melakukan rekonstruksi ulang apabila terjadi kesalahan sistem disana, tentunya DARI JARAK JAUH. Sebagai contoh kasus; apabila anda memiliki seorang teman di pulau Kalimantan, yang ahli dalam melakukan pemasaran barang, kemudian teman anda tersebut anda ajak kerjasama. Ternyata, setelah kerjasama berlangsung beberapa bulan, pemasaran disana sangat sukses. Anda meneruskan hubungan yang lebih baik dengan teman anda tersebut di waktu- waktu berikutnya. Apakah hal seperti ini bisa di anggap sebagai perluasan jaringan yang BAIK dan BENAR?. Saya menjawab; TIDAK. Hal ii sangat rancu dan berbahaya. Apabila saat ini hubungan dengan teman anda baik, tapi beberapa waktu yang akan datang, ternyata ada perbedaan pendapat –antara anda dan teman anda, lalu kemudian hubungan anda putus, sehingga pemasaran ke pulau Kalimantan tersebut akhirnya hancur. Saya mengatakan ‘MEMBANGUN JARINGAN’, bukan ‘MEMBANGUN RELASI’. Jaringan yang saya maksud adalah sistem organisasi yang tidak terpaku pada ORANG; melainkan pada SISTEM. sebuah sistem jaringan organisasi tersebut mencakup; sistem rekuitmen SDM, prosedur pembangunan jaringan, sistem akutansi, sistem administrasi untuk monitoring keadaan disana, sistem kendali untuk memecat orang apabila SDM yang bekerja di Kantor Cabang anda melakukan tindakan yang salah dan merugikan, sistem pengawasan, dll. itu yang saya maksud dengan membangun ‘JARINGAN’ dan bukan membangun ‘RELASI’.

Mampu menciptakan produk yang inovatif.
Tidak hanya jaringan pemasaran saja yang luas, tapi sebuah produk yang kreatif, inovatif dan beguna bagi orang- orang daripada produk sebelumnya adalah hal terpenting kedua setelah kemampuan untuk memperluas jaringan. Misalkan saja; anda sedang mencoba memperluas jaringan pemasaran. Anda tahu, bagaimana membangun sistem dan jaringan. Tapi, tanpa di tunjang dengan produk yang inovatif, jaringan tersebut akan SULIT MAJU. Contoh kasus; anda telah membangun kantor cabang pemasaran/ DSO di Kalimantan. Semua sistem manajemen di DSO tersebut telah anda bangun. tiba saatnya untuk memfungsikan DSO yang telah anda bangun. tetapi, produk yang anda jual adalah produk biasa dan sudah ada sebelumnya. Harganya pun sama dengan produk yang lama. Intinya; produk anda tidak memiliki keunggulan dari produk yang telah ada sebelumnya. Karena kesalahan tersebut, bisnis anda tidak mau jalan, dan sistem di DSO tidak berfungsi karena DSO anda tidak mampu menghasilkan pemasukan atau melakukan penjualan produk anda. lihatlah perusahaan- perusahaan besar dunia; mereka tidak hanya lihai di bidang pemasaran, tapi mereka mampu menciptakan produk yang inovatif. Miocrosoft sukses dengan produk Microsoft Office- nya. Aplle sukses dengan produk i-Phone nya, dll.

Meyakinkan orang lain terhadap visi rencana kedepan.
Ingat !, “melakukan hal yang sama dan berharap mendapatkan hasil yang berbeda adalah GILA !”. itu yang di katakan Einstein lebih dari 50 tahun yang lalu. Tapi, seperti yang telah di ulas di atas; “...., begitulah ciri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang baru. Manusia tidak akan menerimanya bila belum ada bukti keberhasilan nya”. Kesulitan kita saat ini adalah ‘meyakinkan orang lain untuk melakukan hal yang berbeda guna mendapatkan hasil yang lebih baik’. kita tidak akan pernah tahu, apakah ide baru tersebut akan sukses besar, atau gagal total. Tapi yang pasti, anda sudah PASTI AKAN GAGAL mencapai target anda yang lebih tinggi apabila mendasarkan dengan cara lama yang sudah ada. Berharap sukses besar seperti pengusaha Amerika, tetapi bekerja setiap hari dan menabung seperti metode yang dilakukan oleh orang Tionghoa?. OMG... itu Nonsens !. tugas selaku pemimpin bisnis masa kini adalah; “bagaimana caranya membujuk orang- orang untuk melakukan hal yang baru, guna meraih hasil yang baru/ lebih baik”. Tidak peduli apakah hall baru yang anda lakukan akan Gagal/ Berhasil, tapi ‘lakukanlah lebih dulu, dan lihat hasilnya nanti’. Kita semua tidak akan pernah tahu, apa yang akan terjadi di masa depan.

Fikiran terbuka.
Orang yang fikirannya tertutup, akan cenderung menggunakan metode yang lama terus. Yap, apabila dia seorang karyawan, hal itu tidak terlalu bermasalah; karena keseharian orang tersebut adalah melakukan pekerjaan yang sama. Tetapi, apabila anda bertemu dengan keadaan yang baru, dan ingin membuat perubahan yang baru, menutup fikiran akan menjadi bencana besar bagi perusahaan yang Anda kelola. Saya memiliki seorang rekan karyawan, yang selalu bersikap kolot. Apa yang dia tahu, menurutnya adalah hal sebenar- benarnya. Dia hebat dalam bekerja, tapi dia telah 25 tahun memulai bisnis kecil dan bisnisnya tetap saja jalan di tempat. Sewaktu pihak manajemen di perusahaan saya mengubah posisinya ke bagian yang lain, dia mengalami masalah besar yang membuat badannya kurus dan raut mukanya dalam keadaan selalu tertekan dan murung. Dia tidak mampu menguasai bidang yang baru tersebut dengan baik. pihak Manajemen atas menyimpulkan; dia tertekan seperti itu karena dia tidak mau dan tidak bisa membuka fikirannya untuk hal yang baru. Untung perusahaan tempat saya bekerja adalah jenis perusahaan besar, sehingga dia tidak di pecat. Tapi, apabila orang seperti dia menjadi pemimpin puncak (Pemimpin, dan bukan seorang manajer) di sebuah perusahaan, pasti dalam usia dini kepemimpinannya, perusahaan tersebut akan gulung tikar. Karena orang yang kolot tidak bisa merespon perubahan yang terjadi di pasar. memang, kadang kita juga harus bersikap kolot. Bersikap keras kepala. Tapi, bukannya sama sekali tidak mau menampung pendapat lain. Saya juga sering bersikap keras kepala apabila ada rekan saya yang menyarankan saya untuk berhenti dari kegiatan bisnis, karena menurutnya hal itu sangat beresiko. Pendapat rekan saya memang saya dengar, tetapi tidak saya jalankan. Saya masih tetap dalam pendapat saya pribadi; bahwa sebuah bisnis memang beresiko. Dan itulah asyiknya bisnis –menurut saya. karena beresiko !!!.

Mampu melakukan pendelegasian tugas.
Kita sedang mengelola sebuah organisasi bisnis. Bukan usaha warung NASGOR (Nasi Goreng). Kita bekerja dengan banyak orang, bukan bekerja sendirian. Kita memerintah orang agar organisasi kita berjalan. Bukan menjalankan semua pekerjaan kita sendirian. Dan ujung dari semua itu adalah ‘ketrampilan komunikasi yang baik untuk memerintah orang lain’. Apabila kita memiliki Staff/ anak buah, lalu kita beri perintah seperti ini; “Woy, Monyet... besok kirimkan barang ke Kalimantan. Lo harus kembali dalam 3 hari karena setelah itu Loe harus mengantarkan barang lagi ke Jakarta. Kalo sampe terlambat, kamu gue tendang”. Tentu saja anak buah anda akan pergi meninggalkan anda. dan selamanya, anda tidak akan memiliki anak buah yang kompeten. Kita juga harus tahu bagaimana caranya memerintah. Kita harus tahu, bagaimana memberi motivasi, memberi penjelasan, pengarahan, batasan- batasan, deadline yang masuk akal, dll. itu adalah ketrampilan dalam pendelegasian. Jika seorang pemimpin organisasi bisnis tidak mampu mendelegasikan tugasnya, Dia tidak bisa dikatakan sebagai pemimpin Organisasi. tapi disebut sebagai pemimpin ‘self employee/ usaha sendiri’.

Mengorganisir orang.
Berbeda dengan melakukan pendelegasian tugas. Mengorganisir orang adalah upaya kita untuk menyatukan beberapa aktivitas dari orang berbeda hingga mencapai sebuah pola yang telah direncanakan. Kita sebut pola ini sebagai RENCANA UTAMA. Saya akan memberi contoh pengorganisasian orang dalam film ‘Police Academy’; Ketua perampok sedang membuat rencana merampok sebuah Bank. Anggota ‘A’, menyamar sebagai nasabah. Bertugas untuk melaporkan keadaan yang sedang terjadi di Bank yang akan menjadi target. Anggota ‘B’ bertugas menyiapkan mobil untuk kabur. Anggota ‘C’ bertugas menakut- nakuti orang- orang agar diam dan tidak ada yang keluar dari bank. Anggota ‘D’ bertugas melumpuhkan keamanan. Dan anggota ‘E’ bertugas mengisi tas dengan uang yang akan di rampok. Setelah rencana utama selesai dibuat, rencana ini juga harus diikuti dengan rencana cadangan; apa yang akan dilakukan apabila ada polisi yang datang. Apa yang harus dilakukan apabila Bank tersebut kasnya kosong, dll. setelah rencana di susun, angota ‘A’ telah bersiap sebagai nasabah dan melaporkan keadaan yang cukup kondusif untuk melakukan aksi perampokan. Langkah kedua, Anggota ‘C’ datang kedalam dan membawa senjata guna menakut- nakuti orang. Tapi, setelah masuk ke dalam bank, anggota ‘C’ malah lupa membawa senjata. Akhirnya, rencana perampokan gagal dan seluruh anggota kembali ke markasnya untuk menyusun rencana ulang dan melakukan evaluasi.

Mengorganisir dan Mengelola Sistem.
Tidak hanya orang yang harus di organisir, sistem manajemen organisasipun harus di tata dengan rapi. Seorang pemimpin bisnis harus bisa mengetahui tentang pengelolaan sistem. pengelolaan yang dimaksud adalah; mengelola setelah sistem telah di bangun. Apa yang harus dilakukan ketika rencana yang telah dibuat malah ternyata gagal, apa yang harus diperbuat ketika orang yang diberi tanggung jawab ternyata tidak mampu melakukan tugasnya dengan baik. apakah kesalahan yang terjadi terletak pada orang atau keadaan. Apakah kita harus memperbaiki sistem yang salah atau menunggu kondisi yang sebentar lagi menjadi kondusif, apakah kita harus bertindak atau cukup hanya bersabar, apakah kita harus mencari anggota baru atau tetap menggunakan anggota lama, dll. semua pertimbangan- pertimbangan diatas terlihat sepele. Tapi, apabila anda baru pertama kali mengorganisir orang, sungguh... anda sulit untuk melihat permasalahan secara tajam dan realistis. Kadang, keputusan yang benar malah tidak dilakukan karena terdorong emosi. Kadang, Staff yang tidak bisa bekerja dan hanya bisa membuat kekacauan malah di pertahankan karena orang tersebut sahabat karib kita. Kadang, uang laba perusahaan malah digunakan untuk keperluan pribadi karena ada anggota keluarga sedang membutuhkan biaya rumah sakit, dll.

Ada banyak hal/ kemampuan yang harus dimiliki oleh pemimpin bisnis di masa sekarang. Yang telah saya sebutkan di atas adalah karakter pokok saja (yang penting saja). Seperti halnya sebuah saluran air dari pegunungan ke desa- desa di bawah nya. Aliran air itu bisa sampai ke desa, walaupun ada kebocoran pipa di tengah perjalanannya. Hal itu TIDAK MASALAH. Janganlah terlalu perfeksionis apabila kita berhubungan dengan banyak orang atau melakukan pengorganisasian hal yang besar seperti ini. tidak masalah apabila ada pipa yang bocor, selama aliran air ke desa masih mencukupi. Tidak masalah juga apabila ada pemimpin bisnis yang memiliki beberapa kekurangan. Namun, karakter yang saya sebutkan diatas adalah beberapa karakter pokok yang tidak bisa di tawar. Apa yang akan terjadi apabila pipa air tersebut hanya lurus dan tidak bisa di buat berkelok- kelok?. Tentu air tidak akan sampai ke desa. Apa yang akan terjadi apabila terjadi kebocoran kecil di tengah pipa yang menyebabkan air keluar?. Air tetap bisa sampai ke desa. Apa yang terjadi apabila seorang pemimpin bisnis tidak bisa memerintah orang lain?. Tentu perusahaannya akan mati karena dia tidak bisa bekerja sendirian untuk menjalankan semua unit di dalam organisasi bisnis tersebut. apa yang terjadi apabila pemimpin bisnis tersebut memakai sandal jepit ketika melakukan presentasi?. Orang- orang akan menganggapnya sebagai lelucon, tapi perusahaannya tetap jalan. Anda tidak akan menemukan orang yang sempurna atau bisa menjalankan semua syarat pokok –yang telah saya tuliskan sebelumnya diatas- dengan benar ‘SEMUANYA’. Carilah yang mendekati, karena kamu akan sangat amat kesulitan sekali untuk menemukan orang sama persis sesuai syarat yang telah di tetapkan. 

0 comments: