Rabu, 02 Juli 2014

Bergabung dengan Organisasi Marxisme Asia Tenggara

Marxisme... Saya telah mengenalnya ketika saya duduk di bangku kelas 3 SMK. Tidak banyak yang saya ketahui tentang ideologi itu, kecuali pemberontakan dan pembunuhan yang meneteskan banyak darah dengan sangat mengerikan. Mengingat tentang apa yang banyak orang pandang terhadap Marxisme (Baca= Komunisme), hal itu sering membuat saya takut sendiri dalam mencoba mencari tahu 'apa itu Marxisme yang sebenarnya'. Namun, itu adalah pandangan saya di tahun 2009- 2010. dan sekarang, saya tidak memandangnya demikian.

Apa yang membuat saya tertarik dengan faham Marxisme adalah tentang ilmu pengetahuan Dialektika Materialisme. Saya masih belum setuju tentang pendapat Karl Marx tentang sosialisme. Sama masih menolak nya, dan lebih memilih kapitalisme. Namun -sekali lagi, apa yang membuat saya terkagum- kagum tentang Marxisme adalah Ilmu Pengetahuan Materialisme Dialektik nya yang menurut saya luar biasa. Semakin dalam saya mencari tahu, semakin banyak saya menemukan ide- ide jenius yang dituangkan oleh seorang Karl tua.

di tahun 2011 hingga pertengahan 2012, saya mengistirahatkan diri untuk mencari tahu tentang Marxisme. Namun, pertengahan 2012 hingga akhir 2013, saya mulai menyelaminya kembali. Hingga akhirnya, saya menemukan sebuah buku yang bernama "Reason in Revolt", yang kemudian saya kupas bersama orang- orang di forum (Group) Facebook tertutup (nama Group tersebut sama sekali berbeda dengan apa yang anggotanya lakukan di dalam). Sekitar 4 bulan, saya dan teman- teman sosial media saya menyelaminya, dan akhirnya satu persatu para anggota menjadi tidak aktif. Mungkin mereka sudah merasa cukup mengerti apa yang buku itu ingin sampaikan, kemudian memutuskan untuk berhenti.

Saat itu, perasaan saya masih diliputi dengan rasa penasaran. Ada sesuatu yang belum saya mengerti, namun saya sendiri tidak tahu, apa yang belum saya mengerti. Tampaknya terdengar konyol. Tapi saya tidak menyalahkan perasaan saya di waktu itu. Fiosofi Marxisme adalah dasar bagi Komunisme. dan Marxisme adalah sebuah kekuatan dunia yang pernah membagi kehidupan di bumi ini kedalam 2 ideologi yang saling bertentangan (Komunisme Uni Sovyet >< Kapitalisme Amerika). Ya, saya mendalaminya, dan tidak asal- asalan mempelajarinya. dan saat itu, saya benar- benar membutuhkan obat atas rasa penasaran yang melanda diri saya.


Mulai Masuk ke Organisasi

Hingga setelah beberapa bulan semenjak saya tidak aktif di forum tertutup itu, tiba- tiba ada seseorang yang mengirimkan pesan kepada saya. Dia mengajak saya untuk mengenal lebih jauh tentang Marxisme. WOAH, ini adalah sebuah tawaran dari orang yang tidak saya kenal, dan ini bisa saja sebuah jebakan. Namun, setelah meneliti orang tersebut lebih lanjut, akhirnya saya bersedia bergabung. Jangan salah, saya tidak mengamati orang tersebut berdasarkan ucapan nya. Karena saya yakin, pembohong yang sejati berani sumpah mati untuk meyakinkan korban nya (ini pernah saya alami dengan scammer dari Nigeria). Saya mencoba mentracking IP address nya, dan kemudian melajar browsing historis nya. Dari sana, saya mendapatkan bukti kuat, bahwa orang tersebut tidak memiliki niat tersembunyi dibelakang.

Kami kemudian bertemu di semarang. Orang yang menawarin saya bergabung (bernama Erdwar, yang saya yakin itu bukan nama aslinya), datang bersama teman- teman nya sangat asyik untuk diajak untuk mengobrol. Sayapun meyakini, orang suku Dayak yang primitif sekalipun tidak akan tiba- tiba membunuh seseorang tanpa sebab yang melatarbelakangi nya (begitu dengan orang- orang komunis yang 'terdengar' kejam itu). Kami mengobrol, bertemu beberapa kali. Mereka terkadang bertanya kepada ku tentang sesuatu pada saat kita berkelakar. Namun, saya yakin, disitulah mereka menilai diriku. Bukan dari pertanyaan serius yang diajukan!. Di pertemuan ke-3 (atau kalau tidak salah ke-4), saya diberi penawaran untuk mensupport salah seorang anggota politik di tanah air ini (tidak akan saya sebutkan siapa orang itu). Apa yang harus saya lakukan adalah membuatnya memiliki banyak pengikut (bukan pengikut di Twitter atau FB, namun pengikut di dunia nyata). Dan sesuai dengan bidang keahlian yang sama miliki, saya bisa melakukan nya dengan menggunakan media internet. Tidak begitu banyak kesulitan yang saya hadapi... saya hanya perlu membuat sebuah promosi tentang klien kita tersebut, dengan sedikit menambahkan racikan SEO atas konten yang mempromosikan tentang klien kita. Bahkan dulu, saya menggunakan platform blogger dengan tempate sederhana untuk mempromosikan nya. Karena saya memperhatikan bahwa Hosting Blogger.com lebih mudah terindeks oleh Google daripada platform hosting lain nya.
Setelah menangani beberapa klien, dengan hasil yang cukup baik, saya kemudian di undang ke Singapura untuk merayakan apa yang telah kami lakukan. Namun, saya lebih suka menyebutnya untuk penawaran masuk ke dalam organisasi lebih dalam. Yah, saat nya mempersiapkan paspor.


Ruangan Klasik namun Luas untuk Berpesta di Changi

Well, Singapura. Saya datang ke negara ini karena di undang. dan selayaknya tamu, saya dan teman- teman di jamu dengan baik. Saya tidak terlalu memperhatikan suasana yang terjadi selama perjalanan, karena saya dan teman- teman terlalu banyak mengobrol tentang hal heboh apa yang mungkin terjadi. Di depan airport, kami telah di tunggu oleh seseorang dengan mobil Marcedez hitam nya. Lalu, akhirnya kami pun pergi ke salah lokasi cafe di Changi. Ya, saya bersama 3 orang teman saya dari Indonesia. Sebenarnya, saya ingin banyak ber foto- foto disana. Tapi, karena saya melihat teman- teman saya merasa "gengsi" melakukan nya, atau mungkin saja mereka sudah terbiasa dengan bepergian "accross country", sayapun hanya mendapat 1 take picture di sana.

Sesampainya kami di sebuah Cafe (yang sungguh aku lupa namanya, meskipun telah saya kesana 2 X), kami bertemu dengan anggota lain dari negara luar negri. Khususnya di kawasan Asia tenggara. Filipina, Vietnams, Thailand, China, Korea Utara, dll. Mereka semua mampu berbahasa inggris, meskipun tentu saja sambil di campur- campur dengan bahasa asli mereka (yang hal itu membuat lebih sulit dimengerti). Sekitar ada 70 orang yang berkumpul. Ada yang mendapatkan bingkisan karena telah melakukan sesuatu yang hebat dan berguna bagi organisasi, namun kebanyakan acara di isi dengan ucapan- ucapan yang berbasa- basi (of course all of the conversations made ​​using the English language).

Inti dari acara itu sebenarnya hanya memberikan kode username dan password, bagi setiap anggota untuk bisa masuk ke dalam sebuah forum yang benar- benar rahasia. Kenapa sangat rahasia?. Karena di dalam forum tersebut tersimpan data- data yang mungkin dilarang di publikasikan atau di akses di negara tertentu. Sedangkan bagi member yang bisa masuk ke dalam forum ini, mampu dengan bebas dan cepat mengakses data- data tersebut.

Saya pikir, itulah inti dari pertemuan ini. Pihak manajemen hanya ingin memberikan username dan password kepada anggota secara langsung. Dan, saya merasa telah berhasil masuk lebih dalam ke organisasi itu.


Ilmu Pengetahuan yang Tersaji di dalam Forum

Dengan username dan password tersebut, saya bisa masuk ke dalam sebuah forum rahasia (yang saya tahu bahwa Hosting sites itu berada di Rusia) dan mengakses banyak informasi yang mungkin tidak pernah bisa di dapatkan di seluruh jagad World Wide Web. Disini, saya mendapatkan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan yang sering mengganggu saya ketika saya akan tidur. Jawaban- jawaban memuaskan berhasil saya dapatkan. dan memang, Karl tua sangat jenius dalam menyajikan karya nya "THE DAS". Namun, seperti sebuah pengetahuan, dia akan selalu memiliki pertanyaan, ketika sebuah jawaban berhasil dipecahkan. dan kesalahan saya yang pertama adalah terlalu berambisi untuk mendapatkan jawaban tersebut. Setiap 1 pertanyaan yang terjawab, menciptakan 2 pertanyaan baru. Sehingga, di dalam kepala saya semakin muncul pertanyaan yang semakin banyak. dan sayangnya, di sisi lain, saya memiliki permasalahan keluarga di saat itu. Ayah saya mulai sering jatuh sakit. dan akhirnya, saya memutuskan untuk menghentikan aktivitas saya dengan organisasi Marxisme Asia Tenggara tersebut. Tidak sulit untuk keluar dari organisasi itu. Hampir semua anggota lebih ramah dari yang kebanyakan orang pikirkan tentang orang Marxist. dan yang saya suka, mereka sangat menghormati satu sama lain. Meskipun berbeda pandangan ataupun tidak setuju dengan pendapat mereka sekalipun. Namun, sampai sekarang pun, saya masih belum setuju dengan pendapat sosialisme. Setiap orang berhak menjadi diri mereka sendiri dan memiliki kebebasan bertindak. (Bahkan untuk bertindak dengan tujuan memperkaya diri mereka sendiri "Memonopoli= Kapitalisme).


SELESAI

0 comments: